Ayam yang Kehilangan Suara – Cerita Hewan
Kiko adalah ayam jago paling bangga di peternakan. Setiap pagi ia berkokok “Kukuruyuk!” begitu keras sampai seluruh desa terbangun. Tetapi suatu pagi, yang keluar hanya “kuk…” yang kecil.
“Suaraku hilang!” keluhnya. “Kalau aku tidak berkokok, tidak ada yang bangun dan hari tidak akan dimulai!” Kiko bersembunyi di kandang dengan sedih.
Tetapi sapi, kambing, dan bebek punya rencana. Esok paginya, sapi melenguh, kambing mengembik, dan bebek berkwek-kwek bersama-sama. Pak Tani langsung terbangun!
Kiko beristirahat beberapa hari, minum air jahe madu, dan perlahan suaranya kembali. Sejak itu, setiap pagi ia berkokok bersama teman-temannya, dan peternakan punya jam weker paling meriah di dunia.
Pesan Moral (Moral of the Story)
Teman sejati membantu saat kita paling membutuhkan.
English Summary
Kiko the proud rooster loses his voice and worries the farm will never wake up. His friends the cow, the goat and the duck make noise together to wake the farmer. When Kiko’s voice returns, they all crow together every morning.
Kosakata (Vocabulary)
- ayam jago – rooster
- berkokok – to crow
- sapi – cow
- kambing – goat
- bebek – duck
- petani – farmer
Image: Alexis Lours / Wikimedia Commons, CC BY 4.0
More: Indonesian Short Stories · Stories in 14 languages · Srikaram home
✍️ Have a story or article to share? Submit it for review and get published on Srikaram.org.
