Pohon Beringin Kakek – Cerita Lingkungan
Di tengah desa berdiri pohon beringin yang sangat tua. Di bawahnya, anak-anak bermain, orang tua mengobrol, dan burung-burung bersarang. Semua orang menyebutnya “Kakek Beringin”.
Suatu hari, terdengar kabar bahwa pohon itu akan ditebang untuk membangun jalan. Anak-anak sedih sekali. “Di mana kita akan bermain? Di mana burung-burung akan tinggal?”
Anak-anak membuat rencana. Mereka menggambar pohon itu, menulis poster tentang manfaat pohon, lalu menemui Pak Kepala Desa. “Jalan bisa berbelok, Pak, tapi pohon ini tidak bisa tumbuh lagi,” kata mereka.
Pak Kepala Desa terharu. Rute jalan pun diubah. Sampai hari ini, Kakek Beringin masih berdiri di tengah desa, dan anak-anak masih berayun di akar-akarnya.
Pesan Moral (Moral of the Story)
Pohon adalah sahabat kita; menjaganya adalah tugas kita bersama.
English Summary
An ancient banyan tree, “Grandpa Banyan,” shades the village. When it’s marked to be cut for a road, the children draw pictures, write posters and appeal to the village head, who reroutes the road. Children still swing from its hanging roots today.
Kosakata (Vocabulary)
- pohon beringin – banyan tree
- desa – village
- ditebang – to be cut down
- jalan – road
- kepala desa – village head
- akar – root
Image: Robin Taylor from Bamako, Mali / Wikimedia Commons, CC BY 2.0
More: Indonesian Short Stories · Stories in 14 languages · Srikaram home
✍️ Have a story or article to share? Submit it for review and get published on Srikaram.org.
