Kancil dan Buaya – Dongeng Anak Indonesia
Di tepi sungai, Kancil melihat kebun mentimun yang segar di seberang. Ia ingin sekali ke sana, tetapi sungai itu penuh dengan buaya yang lapar.
Kancil berpikir sejenak, lalu berteriak, “Hai, Buaya! Raja hutan menyuruhku menghitung jumlah kalian. Kalian semua akan mendapat hadiah daging!”
Buaya-buaya senang sekali. Mereka berbaris dari tepi sungai sampai ke seberang. Kancil melompat dari punggung satu buaya ke buaya lain sambil menghitung, “Satu, dua, tiga, empat…”
Sesampainya di seberang, Kancil melompat ke darat dan tertawa, “Terima kasih, Buaya! Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang.” Buaya-buaya pun kesal, sementara Kancil sudah berlari ke kebun mentimun.
Pesan Moral (Moral of the Story)
Kecerdikan dapat menolong kita keluar dari kesulitan.
English Summary
Kancil the clever mouse-deer wants to cross a crocodile-filled river. He tells the crocodiles the king wants them counted for a meat reward, so they line up across the river. Kancil hops across their backs counting, then reveals he only wanted to cross. A beloved Indonesian folk tale.
Kosakata (Vocabulary)
- kancil – mouse-deer
- buaya – crocodile
- sungai – river
- mentimun – cucumber
- menghitung – to count
- cerdik – clever
Image: Leigh Bedford / Wikimedia Commons, CC BY 2.0
More: Indonesian Short Stories · Stories in 14 languages · Srikaram home
✍️ Have a story or article to share? Submit it for review and get published on Srikaram.org.
