Semut dan Belalang – Cerita Moral
Pada musim kemarau, seekor semut bekerja dari pagi sampai sore mengumpulkan biji-bijian. Sementara itu, seekor belalang hanya bernyanyi dan menari sepanjang hari.
“Semut, kenapa kamu bekerja keras sekali? Ayo bernyanyi bersamaku!” kata belalang. “Musim hujan akan datang. Aku menyimpan makanan. Kamu juga sebaiknya begitu,” jawab semut.
Belalang tidak mendengarkan. Lalu musim hujan tiba. Hujan turun setiap hari dan makanan sulit dicari. Belalang kedinginan dan kelaparan.
Ia mengetuk rumah semut. Semut yang baik hati memberinya makanan dan berkata, “Lain kali, bekerjalah juga, ya.” Belalang berjanji, dan tahun berikutnya ia ikut menyimpan makanan.
Pesan Moral (Moral of the Story)
Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Kerja keras hari ini adalah bekal untuk esok.
English Summary
All through the dry season the ant gathers grain while the grasshopper sings and dances. When the rainy season comes, the hungry grasshopper knocks on the ant’s door. The kind ant shares her food, and the grasshopper promises to work ahead next year.
Kosakata (Vocabulary)
- semut – ant
- belalang – grasshopper
- kerja keras – hard work
- musim hujan – rainy season
- biji-bijian – grains
- lapar – hungry
Image: Humoyun Mehridinov / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
More: Indonesian Short Stories · Stories in 14 languages · Srikaram home
✍️ Have a story or article to share? Submit it for review and get published on Srikaram.org.
