Manfaat Mendongeng untuk Anak dan Cara Melakukannya
Mendongeng adalah tradisi yang sudah ada sejak lama di Indonesia, dari kisah Kancil hingga Malin Kundang. Di zaman serba gawai, mendongeng tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk mendampingi tumbuh kembang anak. Berikut manfaat mendongeng untuk anak dan cara melakukannya dengan menyenangkan.
Menambah kosakata
Dongeng memperkenalkan kata-kata baru yang jarang dipakai sehari-hari. Anak memahami artinya dari cerita dan lebih mudah mengingatnya.
Melatih imajinasi dan kreativitas
Saat mendengar dongeng, anak membayangkan tokoh, tempat, dan peristiwa di dalam kepalanya. Kemampuan membayangkan ini menjadi dasar kreativitas.
Menanamkan nilai moral
Kisah tentang kejujuran, kerja keras, dan berbagi lebih mudah dipahami lewat cerita daripada nasihat panjang. Anak belajar dari pengalaman tokoh dalam dongeng.
Mempererat hubungan orang tua dan anak
Waktu mendongeng adalah waktu berkualitas tanpa gangguan. Anak merasa diperhatikan dan disayangi.
Tips mendongeng yang seru
- Pilih waktu rutin, misalnya sebelum tidur.
- Gunakan suara yang berbeda untuk setiap tokoh.
- Libatkan anak dengan pertanyaan: menurutmu apa yang terjadi selanjutnya?
- Gunakan boneka atau gambar sederhana.
- Ceritakan juga cerita rakyat daerah asal keluarga.
Dongeng dan bahasa daerah
Mendongeng juga bisa menjadi cara melestarikan bahasa daerah. Sesekali selipkan kata dalam bahasa Jawa, Sunda, atau bahasa daerah lain agar anak mengenal kekayaan budayanya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sejak usia berapa anak bisa didongengkan?
Sejak bayi. Suara orang tua sudah merangsang perkembangan bahasa.
Berapa lama sebaiknya mendongeng?
Sekitar 10–15 menit sudah cukup, sesuaikan dengan usia anak.
Apakah boleh membaca dari buku?
Tentu boleh. Membaca buku cerita dan bercerita tanpa buku sama-sama bermanfaat.
Image: HonjuTheCat / Wikimedia Commons, CC0
✍️ Have a story or article to share? Submit it for review and get published on Srikaram.org.
